SURAT PASTORAL PARA USKUP NEDERLAND TENTANG MARIA (Sambungan ke 6) 
Wednesday, December 12, 2012, 00:03 - RENUNGAN
Posted by admin [Administrator]
MARIA DAN EKUMENE
Bagi kita, orang katolik,hal ini menentukan pandangan kita mengenai Gereja. Geeja bukanlah hanya himpunan para uskup yang oleh jabatan yang dianugerahkan Tuhan bertugas mengumpulkanumat-Nya dan membimbing mereka ke arah surga. Gereja adalah juga kelembutan Maria dalam pertemuan pribadi dengan Kristus, Puteranya, Saudara kita. Kita yakin bahwa Gereja zaman ini membutuhkan Maria, untuk mengalami kemurahan dan kelembutan pertemuan itu.
Karena Gereja itu adalah lebih daripada suatu institut. Gereja bertugas juga untuk memberi keluangan untuk sungguh dapat hidup sebagai manusia. Tugas kebundaan Maria terhadap manusia sama sekali tak mengaburkan atau mengurangi jasa Kristus sebagai pengantara rahmat, melainkan membuktikan betapa kuatnya pengantaraan-Nya. Maria sebagai pribadi yang hidup minta suatu jawaban yang hidup. Maria, anggota utama dari bangsa Israel yang beriman; Maria yang termasuk " kaum miskin Yahwe", yang pada latar belakangnya tampak Ibrahim, Bapa segala orang beriman; Maria, yang telah mengajar kita "memuliakan Tuhan, karena besarlah perbuatan-Nya kepada hamba-Nya yang rendah"; apakah Maria itu dalam masa Ekumene ini dapat mempersatukan kita, dan tak sebaliknya?
Hendaklah kita bersama dengan saudara-saudara protestan lebih memikirkan hal itu. Ibadat yang sungguh-sungguh terhadap Maria menjadi jalan ke arah Kristus dan suatu sumber hidup kristiani yang dibaharui. Kepada pelayan-pelayan pada pesta di Kana, Maria berkata: "Lakukanlah yang akan dikatakan-Nya". Ia menyerahkannya kepada Kristus Tuhan.
Sekarang ini juga kita diarahkannyha kepada Tuhan dalam ketaata iman. "Hendaklah segala orang beriman memohon dengan sangat kepada Bunda Allah dan Bunda segala manusia agar dia, yang mendampingi Gereja purba dengan doanya, menjadi pengantara pada Puteranya dalam persekutuan segala orang kudus, sehingga segala keluarga bangsa, baik yang disebut dengan mana kehormatan kristiani, maupun mereka yang belum mengenal Penebusnya, dipersatukan dalam damai dan kerukunan menjadi satu bangsa Allah demi kemuliaan Tritunggal Yang Mahakudus dan Mahaesa".
Dengan kata-kata ini konstitusi mengenai Gereja dan pasal mengenai Santa Perawan Maria ditutup. Rendana Allah ialah menjadikan semua manusia satu keluarga besar di mana semua orang hidup bersama sebagai saudara dalam satu persekutuan-hidup dan persekutuan-cinta yang besar.
Kepada keluarga ini Tuhan berkenan memberikan seorang ibu juga: ialah wanita yang lebih dahulu dan secara khusus diberikan-Nya kepada Putera-Nya sebagai ibu; wanita itu dipilih-Nya juga untuk menjadi ibu bangsa Allah yang baru.
Tradisi dengan bangga mendasarkan hal itu pada sabda Kristus pada salib, yang diucapkan-Nya kepada Yoanes, dan dalam diri murid yang tetap setia itu kepada segala pengikut dan murid-Nya: "Wanita, lihatlah puteramu". Yang diminta Kristus dari dunia ini hanyalah yang dimiliki orang yang paling miskin juga: seorang ibu. Dan satu-satunya yang diambil-Nya dari dunia ini, tak diperuntukkan-Nya bagi diri-Nya sendiri, melainkan diberikan-Nya kepada kita sebagai tanda cinta kasih yang paling tinggi.
Oleh karena itu Maria menduduki suatu tempat dan tugas unik dan tak tergantikan di dalam Gereja. Patutlah kita selalu bersemangat syukur kepada Allah karena hal-hal yang agung yang diperbuat-Nya di dalam diri Maria dan tetap diperbuat-Nya di-dalam Gereja.(bersambung)

acara di gereja sindang sono 
Tuesday, December 11, 2012, 15:34 - BUKUTAMU/FAQ
Posted by tarcicius maria gunawan
mohon kabar kegiatan di sindangsono

Kunjungan 
Tuesday, December 11, 2012, 04:05 - BUKUTAMU/FAQ
Posted by HARIMURTHY
Setelah beberapa kali mengunjungi "SENDANGSONO" bersama ini saya ingin berkunjungan kembali, akan tetapi tidak tahu jalan menuju lokasi. Saya beberapa kali kesana dengan teman2, kali ini hendak pergi sendiri.
Mohon petunjuk lokasi dan denah + acara apa saja yang dapat say ikuti atau lihat.
Rencana saya di pertengahan bulan Januari

SURAT PASTORAL PARA USKUP NEDERLAND TENTANG MARIA 
Monday, December 10, 2012, 01:12 - RENUNGAN
Posted by admin [Administrator]
IBADAT TERHADAP MARIA:(Kutipan ke 5)
Maka Konsili Vatikan II menegaskan bahwa Maria "berhak penuh mendapat penghormatan Gereja" (LG no. 66).
Dua bahaya ditunjukkannya sebagai peringatan bagi kita:
1. perasaan yang berlebih-lebihan dan dibuat-buat.
2. penolakan secara dingin untuk secara pribadi bertemu dengan Bunda Allah.
Ibadat terhadap Maria harus tinggal di dalam batas-batas ajaran sehat: "Para beriman hendaklah menyadari bahwa ibadat yang benar tidak terdiri atas perasaan yang tak berguna dan lekas hilang dan tidak pula atas kepercayaan yang tak beralasan, melainkan yang berasal dari iman yang sungguh-sungguh, yang menyatakan kepada kita keluhuran Bunda Allah, dan mengajak kita menaruh cinta keputeraan terhadap Bunda kita, dan meniru keutamaan-keutamaannya"(LG no.67)
Hal ini akan kami uraikan lebih lanjut: Kita menyebut Maria bahagia, karena besarlah perbuatan yang Mahakuasa baginya. Semua yang ada pada Maria dan arti pribadi Maria bagi kita diterimanya dari kelimpahan rahmat Allah. Putera Allah memberikan diri-Nya tetapi Maria menerima-Nya. Bersama dan melalui Maria kitapun menerima-Nya. Dengan sendirinya Maria berdiri sepihak dengan umat manusia, dan di sanalah ia dirahmati Allah bagi kita.
Maria adalah "yang dilimpahi rahmat", dan sebab itu juga "ditebus". Maria secara khusus dilimpahi rahmat, maka ia secara khusus ditebus juga. Orang beriman sunggh-sungguh tahu Mariapun ditebus. Maka iapun termasuk keturunan Adam yang berdosa. Orang beriman tahu bahwa Maria sungguh termasuk. Namun ia percaya bahwa Maria dari detik pertama kemanusiaannya telah ditebus oleh Kristussecara total.
Maria tidak ditebus oleh suatu penyucian sesudah ia dijadikan, melainkan ia dihindarkan dari setiap kesalahan dosa: Maria diperkandungkan tanpa noda asal.
Demikian Gereja percaya juga bahwa Maria diangkat ke sorga dengan jiwa dan badan sebagai buah pertama, janji dan petaruh bagi apa yang akan datang kelak, ialah penebusan seluruh kemanusiaan kita, bila kita akan dibangkitkan lagi pada hari kedatangan-kembali Tuhan kita. Dari saat ia diperkandungkan sampai kebangkitannya, Maria adalah seorang yang ditebus secara khusus. Gereja memberi kesaksian tentang itu dalam dogma-dogma "Maria yang terkandung tak bernoda" dan "pengangkatannya ke surga dengan jiwa dan badan". Maria mengambil peranan juga sebagai pengantara dalam pembagian rahmat. Dalam Kristus setiap orang yang mempunyai iman dapat menjadi pengantara rahmat. Maka Maria telah memberikan Kristus kepada kita. Maria menerima Dia sebelum melahirkan-Nya. Ia menjadi "Citra-purba dari Gereja" (Bersambung)

SURAT PASTORAL PARA USKUP NEDERLAND TENTANG MARIA (Sambungan ke 4) 
Thursday, December 6, 2012, 09:05 - RENUNGAN
Posted by admin [Administrator]
MARIA, GAMBARAN GEREJA
Konsili Vatikan II minta kepada kita agar kita memandang Maria secara demikian: "Bunda Allah adalah contoh Gereja, yaitu menurut iman, cinta kasih dan persatuan sempurna dengan Kristus (Lumen Gentium, no 63).
Kita merindukan suatu Gereja insani, suatu Gereja yang tidak lagi menyatakan diri terutama sebagai maskapai, sebagai institut. Suatu Gereja yang lebih kita alami sebagai persekutuan seua orang yang terikat pada Kristus dalam iman. Maka sangan mengesanlah bahwa dalam uraian mengenai Gereja, Konsili Vatikan berbicara tentang Maria.
Rusbroec pernah berkata: "Maria adalah kehangangatan, kelembutan, kewanitaan dari inti satu-satunya agama yang tidak dibuat oleh manusia". Selain itu Maria kita kagumi karena kekuatan dan kesetiaannya yang tak terpatahkan. Dengan demikian Maria pun menjadi teladan bagi apapun yang akan kita terima dari Allah sebagai pemberian dan rahmat, tetapi juga sebagai tugas yang meminta kesetiaan penuh seumur hidup kita. Oleh sebab itu Maria adalah tanda yang hidup dari pengharapan dan penghiburan bagi bangsa Allah yang sedang berziarah, bangsa Allah yang sedang dalam perjalanan. (Bersambung)

(Dikutip dari buku Maria, pemikiran-pemikiran mengenai Maria dan doa-doa kepada Bunda kita. Dikumpulkan, disadur dan disusun oleh : panitia kehidupan doa f.i.c).

SURAT PASTORAL PARA USKUP NEDERLAND TENTANG MARIA (Sambungan ke 4) 
Monday, December 3, 2012, 01:15 - NEWS/BERITA
Posted by admin [Administrator]
MARIA GAMBARAN GEREJA.

Konsili Vatikan II minta kepada kita agar kita memandang Maria secara demikian: "Bunda Allah adalah contoh Gereja, yaitu menurut iman, cinta kasih dan persatuan sempurna dengan Kristus" (Lumen Gentium, no. 63)
Kita merindukan suatu Gereja insani, suatu Gereja yang tidak lagi menyatakan diri terutama sebagai maskapai, sebagai institut. Suatu Gereja yang lebih kita alami sebagai persekutuan semua orang yang terikat pada Kristus dalam iman. Maka sangat mengesanlah bahwa dalam uraian mengenai Gereja, Konsili Vatikan berbicara tentang Maria.
Ruusbroec pernah berkata: "Maria adalah kehangatan, kelembutan, kewanitaan dari inti satu-satunya agama yang tidak dibuat oleh manusia". Selain itu Maria kita kagumi karena kekuatan dan kesetiaannya yang tak terpatahkan. Dengan demikian Maria pun menjadi teladan bagi apapun yang akan kita terima dari Allah sebagai pemberian dan rahmat, tetapi juga sebagai tugas yang meminta kesetiaan penuh seumur hidup kita. Oleh sebab itu Maria adalah tanda yang hidup dari pengharapan dan penghiburan bagi bangsa Allah yang sedang berziarah, bangsa Allah yang sdang dalam perjalanan.(Bersambung)



SURAT PASTORAL PARA USKUP NEDERLAND TENTANG MARIA (sambungan ke 3) 
Sunday, December 2, 2012, 02:58 - RENUNGAN
Posted by admin [Administrator]
Setelah itu menyusul minggu-minggu dan bulan-bulan tatkala Putera Allah tinggal di dalam kandungannya. Pada saat itu juga ia kesepian, dan dalam kandungannya ia menyimpan Sabda Allah yang menjadi daging di dalam dan karena dia. Sabda Allah yang tumbuh ke arah kemanusiaannya, sebagai buah tubuh dan buah imannya.

Ia menerima Putera Allah yang terjanji dari Allah sendiri dan bukan dari diri yang manapun juga. Itulah yang kita imani mengenai kelahiran dari seorang perawan.
Hanya dari Allah Maria menerima Puteranya, dan bagi kita semua ia menerima Dia, yang diterimanya semata-mata karena cinta kasih Allah.(Bersambung)


<<First <Back | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | Next> Last>>